Nazran’s Blog


Arteriosklerosis
April 24, 2009, 3:21 am
Filed under: Keperawatan Medikal Bedah | Tags:

TINJAUAN TEORI

A. Atherosklerosis
Pengertian
Atherosklerosis merupakan suatu proses dimana terdapat suatu penebalan dan pengerasan arteri besar dan menengah, seperti koronaria, basilar, aorta dan arteri iliaka, lesi – lesi pada arteri menyumbat aliran darah kejaringan dan organ-organ utama yang dimanifestasikan seebagai penyakit arteri koroner, miokard infark penyakit vaskular perifer , aneurisma dan cerebro vaskuler accident.
Atherosklerosis adalah suatu keadaan untuk menggambarkan beberapa penyakit pada sistem cardiovaskuler dan beberapa arteri serta pembuluh darah yang ada. Atherosklerosis menyerang permukaan dan bagian dalam dari dinding pembuluh darah. Atherosklerosis biasanya menunjukkan adanya “ pengerasan dari arteri “. Pada dasarnya kata-kata Atherosklerosis adalah dari bahasa Yunani yang artinya ”pengerasan dari arteri”. Atherosklerosis terjadi dalam periode beberapa tahun dimana arteri dalam perkembangan sistem cardiovaskuler menjadi mengeras dan rapuh. Pembuluh darah menjadi tebal. Mereka kehilangan sifat elastisitasnya. Hal tersebut dapat terjadi pada arteri-arteri dari sistem cardiovaskuler, otak, ginjal, ekstrimitas atas dan bawah. Hal ini dapat terjadi karena adanya deposisi calsium di dinding pembuluh darah arteri. Ketika Atherosklerosis mengenai pada daerah pertengahan dan bagian kecil dari tubuh, maka sering disebut sebagai Monckeberg’s Atherosklerosis. Hal ini disebabkan oleh deposisi kalsium pada bagian internal dari arteri pada ekstrimitas bawah. Yang sering ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah.

Faktor resiko
a. Dapat diubah
1) Usia
2) Jenis kelamin
3) Ras
4) Rwayat keluarga
b. Tidak dapat diubah
1) Mayor
· Peningkatan lipid serum
· Hipertensi
· Merokok
· Gangguan toleransi glukosa
· Diet tinggi lemak jenuh, kolesterol dan kalori
2) Minor
· Gaya hidup yang kurang gerak
· Stress psikologik
· Tipe kepribadian

3. Patofisiologi
Timbul endapan lemak pada tunika intima yang tampak sebagai garis lemak

Penimbunan lemak ( beta lipoprotein ) pada tunika intima dan tunika media dalam

Lesi dengan jaringan fibrosa plak fibrosa
Timbul ateroma ( komplek plak fibrosa )

Perubahan degeneratif dinding arteria

Penyempitan lumen progresif karena pembesaran plak

Perdarahan pada plak ateroma

Agregasi trombosis

Pembentukan trombus

Embolisasi trombus / fragmen plak

Spasme arteri koroner

Oklusi

Penyakit sumbatan arteri adalah gangguan aliran arteri yang kronik yang sering ditemukan dan biasanya memerlukan tindakan bedah. Penggolongannya didasarkan pada letak, luasnya sumbatan serta ukuran arteri. Beratnya insuffisiensi aliran darah diarteri ektrimitas bawah dibedakan dalam stadium menurut Fontaine.
Pada stadium I perfusi jaringan masih cukup, walaupun terdapat penyempitan arteri. Pada stadium II perfusi ke otot tidak memadai pada aktivitas tertentu. Timbulnya klaudikasio intermiten yaitu nyeri pada otot ekstremitas bawah yang timbul ketika berjalan yang memaksakan behenti berjalan. Nyeri hilang bila penderita istirahat. Gejala ini mengurangi penggunaan otot sehingga jarak tempuh dalam berjalan tidak dapat melebihi jarak tertentu. Pada stadium III perfusi sudah tidak memadai saat istirahat. Pada stadium IV telah terjadi iskemia yang mengakibatkan nekrosis, kelainan tropik kulit, atau gangguan penyembuhan lesi kulit.
Stadium menurut Fontaine

Stadium Tanda dan gejala
I Asimptomatik atau gejala tidak khas (semutan, geringgingan)
II Klaudikasio intermiten (sehingga jarak tempuh memendek)
III Nyeri saat beristirahat
IV Manifestasi kerusakan jaringan karena anoksia (sekresi, ulkus)

4. Tanda dan gejala
Klaudikasio intermiten
Impotensi atau gangguan ereksi
Nyeri istirahat (sewaktu malam)
Denyut arteri kurang kuat, dinding keras
Bising
Hipotrofia otot tungkai
Ujung ekstremitas pucat, sianosis, dingin, kelainan trofik, hilang bulunya, atrofi kulit
Nekrosis atau gangren
6. Penanganan konservatif
Hindarkan atau tiadakan faktor risiko
Stimulasi pembuluh kolateral (latihan atau gerak badan)
Antikoagulan atau penghambat agregasi trombosit
Trombolisis
Angioplasti balon transluminal perkutan (PTA = Percutaneous Transluminal Angioplasty)
Perawatan kaki
Pencegahan cedera

7. Pengobatan
Pengobatan ini pada dasarnya untuk mengurangi gejala dan penyebab
Pengobatan diabetes
Berhenti merokok
Mengurangi kalsium
Meningkatkan konsumsi Mg
Pemberian vasodilator
Pengurangan berat badan.

8. Tindakan bedah
Trombektomi
Angioplastik
Rekonstruksi atau pintas bedah
Amputasi
Simpatektomi
B. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian data dasar
Riwayat kesehatan atau adanya faktor resiko
· Peningkatan kadar lemak dalam darah
· Hipertensi
· Merokok
· Stress
· Riwayat keluarga positif
· Obesitas
· Gaya hidup monoton
· Terapi hormon estrogen
· Penggunaan kontrasepsi hormonal
· Diabetes mellitus
Pemeriksaan fisik didasari pada pengkajian kardio vaskuler
· Angina pektoris ( nyeri dada ) diikuti oleh
· Dorongan untuk berkemih
· Diaphoresis
· Mual
· Dispneu
· Ektremitas dingin
Kaji rasa sakit untuk mengidentifikasi angina
Angina stabil, nyeri dada intermitten dengan pola serangan yang dapt diprediksi , lamanya, intensitasnya.
Angina tak stabil nyeri dada tidak dapat diprediksi, dapat terjadi kapan saja, bahkan pada saat istirahat atau selama tidur. Serangan berakhir pada umumnya setelah 20 menit dan frekwensi, intensitas dan durasinya meningkat.
Angina nocturnal , nyeri dada terjadi pada malam hari biasanya terjadi selama tidur hal ini dapat beerjurang selama duduk.
Angina decubitus nyeri dada cepat terjadi saat berbaring dan berkurang ketika duduk.
Angina prinzmetal nyeri dada terjadi pada saat istirahat dengan serangan tiba- tiba.
Kaji nyeri dada sehubungan dengan :
Faktor – faktor pencetus tanyakan pada pasien, apa yang mencetuskan timbulnya nyeri atau apa yang sedang anda kerjakan sebelum nyeri mulai terjadi.
o Merokok
o Aktifitas berlebihan
o Makanan berat berlebihan
o Stress emosional
o Aktifitas sexual
o Minuman terlalu dingin
Kualitas sakitnya bagaimana : seperti rasa terbakar , perasaan tertekan, atau tercekik.
Lokasi nyeri : terjadi pada substernal atau pada dada mid anterior dan sekitar leher, rahang , tulang belikat atau lengan kiri bawah.
Hebatnya serangan : ringan , sedang atau berat.
Waktu : lamanya sakit, frekwensinya.
Yang khas pada saat serangan : mengepalkan tangan diataas dada atau menggosok lengan kiri.
Serangan nyeri terjadi perlahan lahan atau tiba- tiba selama 15 menit atau lebih.
Kaji perasaan pasien tentang kondisi dan pengaruh yang dirasakan dari gaya hidupnya
Pemeriksaan diagnostik
Pemeriksaan EKG menunjukkan penurunan segment ST selama serangan yang sangat sakit, sebaiknya EKG norrmal ketika pasien terbebas rasa sakitnya.
Toraks foto dilakukan jika ada pembesaran jantung atau sumbatan pada paru – paru.
Enzim jantung ( CK- MB, AST, LDH ) mengenyampingkan adanya IM. Biasanya normal.
Kadar lemak serum biasanya meningkat .
Kolesterol dan trigliserida mendominasi peningkatan lemak pada penyakit arteri koroner.

2. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang sering muncul pada pasien yang menderita sumbatan arteri antara lain :
a. Perubahan kenyamanan nyeri berhubungan dengan iskemia, ketidakseimbangan suplay O2
b. Intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan klaudikasi.
c. Koping individual inefektif berdasarkan krisis situasional
d. Perubahan pola seksual berhubungan dengan penurunan suplai oksigen ke organ reproduksi
e. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi, rencana pengobatan yang berdasarkan keterbatasan kognitif.

Perencanaan
a. Perubahan kenyamanan nyeri berhubungan dengan iskemia, ketidakseimbangan suplay o2
Tujuan :
· Pasien merasa nyaman
· Pasien tidak mengeluh nyeri
Kriteria standaart :
Pasien melaporkan nyeri berkurang dan tidak menjalar
Pasien tenang
Intervensi :
1. Monitor karakteristik nyeri melalui respon verbal dan hemodinamik ( menangis, kesakitan, meringis, tidak bisa istirahaat, irama pernafasan, tekanan darah dan perubahan heat rate )
Rasional :
Masing-masing pasien mempunyai respon yang berbeda terhadap nyeri, perubahan respon verbal dan hemodinamik dapat mendeteksi adanya perubahan kenyamanan
2. Kaji aadanya gambaran nyeri yang dialami pasien meliputi tempatnya, intensitas, durasi, kualitas dan penyebarannya
Rasional :
Nyeri merupakan perasaan subyektif yang dialami dan digambarkaan sendiri oleh pasien dan harus dibandingkan dengan gejala penyakit lain sehingga didapatkan data yang akurat
3. Ciptakan lingkungan yang nyaman, kurangi aktivitas, batasi pengunjung
Rasional :
Membantu mengurangi rangsangan dari luar yang dapat menambah ketenangan sehingga pasien dapat beristirahat dengan tenang dan daya kerja jantung tidak terlalu keras
4. Ajarkan teknik relaksasi dengan menarik nafas panjang
Rasional :
Membantu mengurangi rasa nyeri yang dialami pasien secara psikologis dimana dapat mengalihkan perhatian pasien sehingga tidak terfokus pada nyeri yang dialami
5. Observasi tanda-tanda vital sebelum dan sesudah pemberian obat narkotik
Rasional :
Obat jenis narkotik dapat menyebabkan depresi pernafasan dan hipotensi

b. Intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan klaudikasi.
Kriteria :
Mengidentifikasi aktivitas yang menyebabkan klaudikasi
Menyatakan mengapa nyeri terjadi saat aktivitas
Mengembangkan rencana untuk meningkatkan aktivitas dan menurunkan klaudikasi.
Intervensi :
Ajarkan klien tentang fisiologi suplay darah dalam hubungannya dengan aktivitas dan tentang klaudikasi.
Rasional : pemahaman klien tentang kondisi dapat meningkatkan kepatuhan pada pembatasan dan program latihan.
Yakinkan klien bahwa aktivitas tersebut tidak membahayakan jaringan yang mengalami klaudikasi.
Rasional : klien munkin tergoda untuk menghentikan aktivitas bila terjadi nyeri dalam upaya untuk menghindari cedera lanjut.
3. Rencanakan aktivitas untuk mencakup waktu ambulasi yang telah di jadwalkan.
Lakukan resimen berjalan harian sedikitnya 30 menit
Ajarkan klien untuk menghadapi nyeri, untuk berhenti bila terjadi klaudikasi dan kemudian segera meneruskan setelah rasa tak nyaman hilang
Mulai dengan perlahan
Tekankan pada pasien bukan kecepatan atau jarak yang penting, tetapi kerja berjalan.
Rasional : program latihan yang di anjurkan dapat membantu mengembangkan aliran darah kolateral dan memperbaiki klaudikasi.
4. Bantu klien untuk menurunkan atau menghilangkan faktor resiko :
Merokok
Hipertensi
Pola hidup monoton
Berat badan berlebih (>10% dari ideal)
Rasional : pengendalian atau penghilangan faktor resiko tertentu dapat membantu mencegah klaudikasi.

c. Koping individual inefektif berdasarkan krisis situasional
Intervensi :
1. Kaji keefektifan strategi koping dengan mengobservasi perilaku,misal : kemampuan menyatakan perasaan dan perhatian, keinginan berpartisipasi dalam pengobatan.
Rasional : Mekanisme adaptif perlu untuk mengubah pola hidup seseorang menagatasi penyakitnya dan mengintegrasikan terapi yang di haruskan ke dalam kehidupan sehari-hari.
2. Bantu pasien untuk mengidentifikasi stressor spesifik dan kemungkinan strategi untuk mengatasinya.
Rasional : Pengenalan terhadap stressor adalah langkah pertama dalam mengubah respon seseorang terhadap stressor.
3. Libatkan pasien dalam perencanaan keperawatan dan beri dorongan partisipasi maksimum dalam rencana pengobatan.
Rasional : Keterlibatan memberikan pasien kontrol diri yang berkelanjutan, memperbaiki keterampilan koping dan dapat meningkatkan kerja sama resimen theroupik.
4. Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan mulai merencanakan perubahan hidup yang perlu. Bantu untuk menyesuaikan ketimbang membatalkan tujuan diri atau keluarga.
Rasional : Perubahan yang perlu harus di prioritaskan secara realistik untuk menghindari rasa tidak menentu dan tidak berdaya.

d. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi, rencana pengobatan yang berdasarkan keterbatasan kognitif.
Intervensi :
Kaji kesiapan dan hambatan dalam belajar termasuk orang terdekat.
Rasional : Kesalahan konsep dan menyangkal konsep karena perasaan sejahtera yang sudah lama diminati mempengaruhi minat pasien atau orang terdekat untuk mempelajari penyakit, kemajuan dan prognosis.
Tetapkan dan nyatakan tekanan darah normal. Jelaskan tentang hipertensi dan efek penyakitnya pada pembuluh darah, ginjal dan mata ( pada organ tubuh lainnya ).
Rasional : memberikan dasar untuk pemahaman tentang peningkatan tekanan darah dan mengklarifikasi istilah medis yang sering di gunakan. Pemahaman tentang penyakitnya memungkinkan pasien untuk melanjutkan pengobatan meskipun ketika masih sehat.
Bantu pasien dalam mengidentifikasi faktor-faktor resiko yang dapat di ubah, misal : Obesitas, merrokok, pola hidup monoton .
Rasional : Faktor-faktor resiko ini telah menunjukkan hubungan dalam menunjang timbulnya arteriosklorosis.
Atasi masalah dengan pasien untuk mengidentifikasi cara di mana perubahan gaya hidup yang tepat dapat dibuat untuk mengurangi faktor-faktor di atas.
Rasional : Faktor-faktor resiko dapat meningkatkan proses penyakit atau memperburuk gejala. Dengan mengubah pola prilaku yang biasa atau memberikan rasa aman dapat sangat menyusahkan, dukungan, petunjuk dan empati dapat meningkatkan keberhasilan pasien dalam menyelesaikan tugas ini.
Anjurkan pasien untuk memantau respon fisiologi sendiri terhadap aktivitas, laporkan penurunan toleransi terhadap aktivitas.
Rasional : keterlibatan pasien dalam memantau toleransi aktivitasnya sendiri penting untuk keamanan dan atau memodifikasi aktivitas kehidupan sehari-hari.

5. Pelaksanaan
Pelaksanaan adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik. Tahap pelaksanaan dimulai setelah rencana tindakan disusun dan dilanjutkan pada Nursing Order untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi faktor–faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan klien.

6. Evaluasi
Evaluasi adalah tindakan intelektual untuk melengkapi proses keperawatan yang menandakan seberapa jauh diagnosa keperawatan, rencana tindakan dan pelaksanaanya sudah berhasil dicapai. Melalui evaluasi memungkinkan perawat untuk memonitor kealpaan yang terjadi selama tahap pengkajian, analisa, perencanaan dan pelaksanaan tindakan.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: